Curahan Hati 1

Setelah sekian lama saya tidak pernah lagi merasakan ketakutan bila berada dalam keramaian atau orang banyak, sekarang saya merasakan kembali.

Kepergian Ayah membuat saya ketakutan, saya benar-benar tidak mampu mengayunkan kaki untuk melangkah bila berada di antara gerombolan orang banyak. Kaki saya lemas dan kepala saya berputar rasanya. Inikah yang disebut “phobia keramaian”.

Mungkin karena saya terlalu dijaga ketat, dan selalu ada seseorang yang ditugaskan untuk menemani, saya menjadi seperti ini bila ada dikeramaian.

Saya menyukai mall yang sepi, jalanan yang sepi, pasar yang sepi (mana mungkin juga pasar sepi???), tinggal di rumah dalam cluster yang sepi.

Rumah kami selalu sepi, meskipun ada suami dan 2 anak perempuan remaja serta si Mba yang setia. Saya dan suami tidak pernah bertengkar, akur mulai dari kami pertama kenal, menikah dan memiliki anak.

Lucunya, anak-anakku dari bayi sampai balita jarang sekali menangis apalagi teriak2. Mungkin takut padaku atau memang tidak ada yang dicontoh.

Sepi itu teman setia kami, sehingga kami tidak akan betah berada di acara pernikahan yang ramai atau pesta.

Masalahnya sekarang adalah bagaimana saya mengatasi ketakutan bila berada di dalam keramaian? Tinggal di kota besar Jakarta, tidaklah mungkin jalanan sepi kecuali ketika Idul Fitri.

Dulu, saya bisa mengatasi dengan cara pergi sendiri ke mall atau ke luar kota, dan dengan handphone yang selalu standby, bila terjadi sesuatu saya akan segera menelpon Ayah. Sekarang beliau tidak ada, siapa yang harus kutelpon?? suami?? Saya tidak ingin membebani nya, karena saya tahu saat ini dia sangat merisaukan diriku.

Saya harus belajar untuk mengatasinya, apapun yang kita hadapi sakit atau perih, hanya diri kitalah yang mampu mengatasinya.

Semoga Allah SWT selalu membimbing langkahku. Aamiin…